My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Gagas Media. Show all posts
Showing posts with label Gagas Media. Show all posts

Thursday, December 3, 2015

[BOOK REVIEW] What If by Morra Quatro

280 Halaman
Gagas Media, 2015
ISBN: 9797808335
IDR 56.000 
Paperback Edition 

Namun, dunia selalu begitu. Tak pernah abadi. Hal-hal baik terasa sebentar karena orang ingin lama-lama dengannya. Padahal, semua juga tak akan lama. 
-Hal. 160

Kalau begitu, mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda? Padahal, sesungguhnya--sesungguhnya, bila Aku kehendaki, maka Aku jadikan kalian satu kaum. 
-Hal. 167

Kalau cinta ya cinta saja, kenapa nggak ambil risiko perasaan sakit yang datang bersamanya? Kenapa orang-orang begitu takut berbeda? 
-Hal. 211

Manusia tak terbuat dari angka-angka, tapi kebanyakan mereka lupa. Itu sebabnya hidup kita melelahkan dan kita begitu mudah merasa miskin. 
-Hal. 247

SINOPSIS

Kamila. 
Si Anal. Pengagum Sigmund Freud. Asisten dosen ilmu sosial yang sangat detail, yang selalu menjawab tiap pertanyaan di kelas. Menurut Kamila, orang-orang, terutama pada usia muda mereka, sesungguhnya punya kehausan alami akan ilmu. Baginya, hubungannya dengan Jupiter kemarin terasa seperti mimpi, sisanya tak benar-benar nyata. 

Jupiter.
Mahasiswa tingkat dua. Penyuka basket, pemain gitar, perayu ulung. Ia telah menghadirkan Kamila di dalam hatinya sejak kali pertama pertemuan mereka di bawah langit siang. Baginya, ada sekelumit cerita yang harus ia ungkap. Tentang gadis yang ingin selalu ia antar pulang; tentang kisah yang datang bersamanya. Namun, ketika mereka tak lagi berjarak, ia menyadari ada sesuatu yang membuat segala hal di bawah langit siang itu terasa tak sama. 

WHAT IF, tentang harapan yang terhalang. Tentang kenyataan yang tak mungkin dipungkiri. Tentang hidup yang tak selalu berpihak--hingga memaksa Jupiter dan Kamila menjadi lebih kuat daripada yang mereka sadari.

------------------------------------------------------------------------------------

Ini adalah kali pertama aku membaca karya Kak Morra Quatro. Saat baru terbit, aku sempat sedikit penasaran karena cover-nya yang cantik. Walau pada akhirnya yang benar-benar membuatku membeli buku ini adalah karena diadakannya What If review contest. Melihat cover What If, aku jadi teringat ucapan temanku. Ia mengatakan bahwa cover Gagas itu bukan hanya cantik, tapi juga fotogenik. Cover Gagas Media itu berseni. Aku yang sebenarnya lebih suka cover novel ala kartun pun tidak mengerti ucapan temanku itu. Tapi untuk kali ini, aku mengerti. Cover What If menurutku sangat cantik dan fotogenik. Walau tetap, satu hal yang aku tidak begitu suka dari cover novel-novel Gagas adalah bagaimana terkadang foto yang dijadikan cover sama sekali tidak berhubungan dengan isi cerita. Termasuk What If, aku tidak dapat menemukan hubungan antara cover dengan isi cerita. 

What If bercerita mengenai perbedaan antara dua insan yang saling mencintai. Tepatnya, perbedaan dalam hal agama. Topik yang diangkat sebenarnya sangat berat dan juga menarik. Ketika sudah mencapai pertengahan dan tahu mengenai topik yang diangkat, aku tidak dapat berhenti membaca barang sedetikpun. Aku sangat kagum akan keberanian Kak Morra dalam mengangkat topik tersebut. Diperlukan ketelitian dan perhatian ekstra dalam menulis novel dengan topik agama. Apalagi agama yang diangkat sebenarnya memang cukup sering berseteru. 

Tuesday, December 1, 2015

[BOOK REVIEW] Jika Aku Milikmu by Bernard Batubara

262 halaman
Gagas Media, 2015
Paperback Edition

Dunia terlalu luas dan waktu terlalu tak terbatas untuk tidak melakukan hal-hal yang besar, Nur. Terlebih lagi, hal-hal yang kamu inginkan. Hal-hal yang kamu suka dan cintai.
-Sarif Tizaruddin, hal. 47

Kepedihan datang bukan karena mimpi yang pudar, melainkan karena kehilangan orang yang sudah membuat kita bermimpi. 
-Hal. 79

Perlu kesenangan dan kegembiraan untuk dapat menikmati dan memaknai hidup.
-Hal. 107

SINOPSIS

Bisakah cinta tumbuh tanpa keragu-raguan?

[Sarif] 
Bila suatu ketika cinta datang dan menghampirimu, 
mampukah kau menerima ketidaksempurnaan 
yang dibawa oleh cinta?

[Nur]
Berapa lama yang dibutuhkan untuk mengubah 
keragu-raguan menjadi cinta?
Mungkin tidak selama waktu yang diperlukan
untuk memupuk luka.

[Mei]
Di dalam setiap alunan melodi rindu, 
ada satu nada yang berbeda.
Seperti perasaan ganjil tentang cinta
yang tidak semestinya--yang saat ini kurasa. 

Jika suatu hari nanti, tiba waktunya kau untuk mencintai, 
bisakah kau memberikan cinta
kepada seseorang yang tidak sempurna?

------------------------------------------------------------------------------------

Sebenarnya, aku tidak mengikuti seri Love Cycle dari Gagas Media. Aku tidak pernah membaca satupun seri Love Cycle (kecuali Jika Aku Milikmu) dan aku membeli buku ini semata karena Kak Bara adalah penulisnya. 

Dan, satu-satunya kesalahanku dalam membeli buku ini adalah karena sudah melabelinya terlebih dahulu dengan 'Karya Kak Bernard Batubara'. 

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai cerita, aku ingin sedikit menyinggung mengenai coverCover-nya manis, warnanya juga cantik. Hanya saja bahannya menggunakan salah satu jenis bahan sampul yang paling kubenci. Semacam kertas tebal yang mudah kotor jika tanganmu belepotan grafit pensil atau tinta, dan juga mudah basah jika tanganmu berkeringat. Hal ini tentunya sangat mengganggu bagiku yang tangannya selalu berkeringat. But, anyway... Mari kita lanjutkan pada inti cerita saja.

Jika Aku Milikmu bercerita mengenai cinta dan keragu-raguan. Seperti yang penulisnya sendiri tegaskan di dalam kata pengantar. 

'...cinta dan keragu-raguan. Cinta yang diselimuti dengan angan-angan dan perandaian. Ketika seseorang mencintai atau dicintai, kadang-kadang ia akan bertanya pertanyaan semacam ini: 

Jika aku milikmu, apa yang akan terjadi? 

Tuesday, October 20, 2015

[BOOK REVIEW] Here, After by Mahir Pradana

197 Halaman
Gagas Media, 2010
Paperback Edition 

Jadi Here, After adalah karya pertama Kak Mahir Pradana yang kubaca. Menyedihkan, bukan? Padahal aku ingat dulu sering sekali melirik Rhapsody yang dipajang di rak Best Seller Gramedia di dekat rumahku. Tetapi setelah berkali-kali mengambil, membolak-balik, membaca sinopsis, menimbang-nimbang, akhirnya tidak pernah kubeli juga. Dan setelah bertahun-tahun sesudahnya, barulah aku membaca karya Kak Mahir (Puji Tuhan :"D). 

Buku ini adalah hadiah ulangtahun dari temanku. Ia memesannya secara langsung ke Kak Mahir, dan menitipkan sebuah pesan spesial di dalamnya. :) 

Benar-benar membuatku terharu karena aku sedang menghadapi
krisis kepercayaan diri dalam menulis(?) :( 

Hidup tak lebih nyata dibandingkan mimpi.
Walau tak lebih dari sekadar ilusi.
Siapa pun diri kita atau orang yang bersama dengan kita sekarang, semuanya suatu saat hanya akan menjadi memori.
Jadi, tak peduli sebesar apa pun, cinta kita terhadap seseorang, pada akhirnya toh semua akan berakhir.
Menguap menjadi ilusi.
-Rio, hal. 55

Penggalan di atas adalah quote favoritku dari keseluruhan cerita. Mengapa yang itu? Entahlah. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya Here, After ini memiliki banyak sekali pesan-pesan, metafora, maupun quote-quote manis. Tapi yang satu ini yang paling mengena ketika kubaca. 

Harus kuakui bahwa Here, After adalah karya yang unik. Cara penulisannya sungguh berbeda dari novel-novel lain pada umumnya. Here, After adalah cerita yang dirangkai dari berbagai sudut pandang karakter-karakter di dalamnya. Sudut pandang karakter pertama, disambung dengan karakter kedua, ketiga, dan seterusnya. Dimana setiap karakter berperan sebagai karakter utama dalam satu bab miliknya, dan cerita akan disambung dengan karakter lain di bab selanjutnya. Ceritanya tidak benar-benar berhubungan antara satu bab dengan bab yang lain. Yang menghubungkan hanyalah karakter di bab kedua adalah mantan pacar karakter di bab pertama, karakter di bab ketiga adalah mantan pacar karakter di bab kedua, dan seterusnya. Unik, bukan? Dan pada akhir cerita, seluruh karakter akan saling berhubungan.