My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Mitch Albom. Show all posts
Showing posts with label Mitch Albom. Show all posts

Saturday, September 5, 2015

[BOOK REVIEW] For One More Day by Mitch Albom


248 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2008
Paperback Edition - Indonesian Version


Ibu memandangku sekilas. "Ingat Charley. Terkadang, anak-anak ingin kau terluka sebagaimana dia terluka."
Terluka sebagaimana dia terluka? Apakah itu yang pernah kulakukan? Apakah aku ingin melihat di wajah ibuku penolakan yang kuterima dari ayahku? Apakah anakku melakukan hal yang sama terhadapku?
"Aku tidak punya maksud apa-apa dengan berbuat begitu, Bu," bisikku.
"Dengan berbuat apa?"
"Merasa malu. Karena Ibu, atau pakaianmu atau... keadaan-mu."
Ibu membersihkan sampo dari tangannya, lalu mengarahkan kucuran air ke kepala Rose.
"Anak yang merasa malu karena ibunya," katanya, "hanya anak yang belum terlalu lama menjalani hidup."
(hal. 111)

SINOPSIS 

Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi "anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya." Maka dia memilih ayahnya, memujanya. Namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya seorang diri, Meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh.

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal, dan justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya yang telah meninggal delapan tahun silam, masih tinggal di sana dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa...

------------------------------------------------------------------------------------

Cuplikan adegan yang kusisipkan sebelum sinopsis adalah adegan favoritku dari keseluruhan cerita. Awalnya aku membaca cerita ini dengan perasaan datar, tanpa ekspektasi, dan juga tanpa kekaguman. Biasa saja. Tapi setelah peristiwa demi peristiwa masa kecil Charley terungkap, aku mulai dapat terhubung dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Terutama Charley dan ibunya, tentunya. Dan ketika sampai di pertengahan cerita, aku tanpa sadar telah terbawa oleh arus cerita tersebut. Aku benar-benar mampu merasakan perasaan karakter di dalamnya. Dan, halaman 111 adalah puncak dimana aku benar-benar mengalami yang dinamakan 'sesak napas' ketika membacanya. Seluruh emosi dari kejadian-kejadian di masa kecil Charley sebelum halaman itu menumpuk dan akhirnya meledak ketika aku membaca halaman tersebut.