My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Prisca Primasari. Show all posts
Showing posts with label Prisca Primasari. Show all posts

Thursday, April 14, 2016

[EARLY BOOK REVIEW] Purple Eyes by Prisca Primasari

144 halaman
Penerbit Inari, 2016
Paperback Edition

"Membenci itu sangat melelahkan, bahkan lebih menguras emosi daripada merasa sedih."
-halaman 117


"Tidak ada salahnya memiliki harapan, baik ketika hidup maupun setelah mati."
-halaman 123

"Umur 22 tahun atau 200 tahun tidak ada bedanya. Kalau kau sudah meraih semua yang kau inginkan, yang tersisa bagimu hanyalah beristirahat dengan tenang. Dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kematian."
-halaman 124

SINOPSIS

Karena terkadang, 
tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun. 

------------------------------------------------------------------------------------

Purple Eyes berkisah mengenai Lyre dan Hades. Sesuai nama, Hades adalah seorang dewa kematian sementara Lyre adalah pelayannya. Tugas Hades dan Lyre adalah menyambut orang-orang yang telah meninggal di Bumi dan mengantarkan mereka pada ujian yang akan menentukan nasib mereka. Apakah mereka akan menuju ke alam lain dan benar-benar mati, atau bereinkarnasi dan kembali ke bumi. Semua itu ditentukan oleh seberapa besar keinginan mereka untuk hidup atau mati. 

Tugas semacam itu tentunya membuat Hades merasa bosan. Untungnya, kebosanan itu tidak berlangsung lama. Hades dan Lyre ditugaskan ke Bumi untuk memberantas pembunuh berantai yang berkeliaran di Trondheim, Norwegia. Lyre yang bersemangat menjalankan tugas itu pun menyiapkan segalanya, mulai dari pakaian hingga nama samaran untuknya dan Hades. Ia memilih nama Solveig sebagai nama samarannya, dan memilih nama Halstein sebagai nama samaran Hades. Ia hanya tidak tahu bahwa kasus ini akan menjadi kasus yang berbeda dari sebelum-sebelumnya karena kehadiran sosok Ivarr Amundsen...

Friday, March 11, 2016

[BOOK REVIEW] Love Theft #2 by Prisca Primasari

242 halaman
Prisca Primasari, 2016
Paperback Edition

"Betapa ironis fakta bahwa seorang pria, sekuat apapun dirinya, bisa remuk gara-gara wanita. Wanita sanggup menghancurkan; wanita pun mampu membangkitkan."
-Frea Rinata, hal. 57

"Aku berharap bisa menunjukkan hal-hal indah lain pada Liquor, suatu saat nanti. Sampai sekarang aku masih memikirkan apa tepatnya itu. Dan tidak pernah berhenti memikirkannya."
-Frea Rinata, hal. 63

"Senyum paling menyakitkan adalah senyum penuh kepedihan."
-Frea Rinata, hal. 67

"Neraka ada tujuh lapis, dan penghuni lapisan ketujuh tidak akan pernah bisa naik surga. Sementara penghuni lapisan pertama sampai keenam masih punya kesempatan."
-Night & Liquor, hal. 156

SINOPSIS

Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing. 

Di sisi lain, Frea semakin mengenal Liquor; sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya. 

Namun tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.

------------------------------------------------------------------------------------

Buku ke-2 Love Theft bercerita mengenai kelanjutan kisah Coco Kartikaningtias dengan kalung Tiffany&Co. miliknya yang dicuri oleh Liquor. Jujur, aku tidak menduga ceritanya akan berkembang menjadi seperti ini. Selagi menunggu buku ini terbit, aku membayangkan cerita akan dipenuhi dengan adegan action atau tipu daya. Setelah membaca berlembar-lembar halaman awal pun aku masih yakin bahwa cerita akan dipenuhi adegan action menjelang chapter-chapter akhir. Dan ternyata, aku salah besar. Setelah mencapai pertengahan buku, aku langsung menyadari bahwa 'Ah,.. pada akhirnya memang buku ini lebih menitikberatkan unsur romance.'

Anehnya aku malah suka, walau alurnya tidak sesuai dengan dugaanku. Aku suka bagaimana buku ke-2 Love Theft lebih sentimentil dari buku pertama. Buku ini tidak menitikberatkan pada action, melainkan perkembangan karakter-karakter di dalamnya. Melalui buku ini, kita akan jauh lebih mengerti karakter Liquor, Night, dan juga Frea sendiri. Dan lagi-lagi anehnya, walau di buku pertama aku jauh lebih memilih Liquor daripada Night. Di buku kedua, aku malah lebih tertarik pada Night (maafkan aku, Liquor). 

Saturday, January 2, 2016

[BOOK REVIEW] Love Theft #1 by Prisca Primasari

192 halaman
Prisca Primasari, 2015
IDR 55.000
Paperback Edition 

"Itulah yang diinginkan oleh para pengkritikmu. Membuatmu mengira dirimu tidak punya bakat. Sampai akhirnya bakat itu benar-benar lenyap darimu."
-Night, hal.80

"Manusia itu cuma memedulikan harta, rupa, dan kekuasaan. Kalau kamu bisa memiliki satu saja, kamu akan selamat di dunia. Kalau tidak, bersiaplah ditendang jauh-jauh." 
"Tapi nggak semua orang sekejam itu kan, Paman?"
"Semua orang sekejam itu. Yang nggak kayak gitu berarti bukan manusia. Melainkan malaikat." 
-Paman Vito, hal. 127

"Orang nggak bisa selamanya hidup sendirian. Kita selalu butuh tempat untuk cerita."
-Frea Rinata, hal. 152

SINOPSIS

Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan.

Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang "dipanggil" Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati, Frea jatuh cinta padanya, meskipun tidak pernah mengakuinya. 

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya? Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang dia pikirkan? Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustasi. Dan sangat khawatir. 

------------------------------------------------------------------------------------

Hal yang pertama kali terlintas di benakku ketika melihat cover buku ini adalah, manis. Covernya sangat manis. Lalu, aku sedikit kebingungan karena judul dari novel ini adalah 'Love Theft', serta ditulis oleh 'Prisca Primasari'. Tapi, hanya ada kata 'Love' dan 'Prisca' di covernya. Setelah kuselidiki lebih lanjut, ternyata Kak Prisca sengaja membuatnya demikian. Unik! 

Cover buku pertama dan kedua seri Love Theft ini akan membentuk sebuah pita dengan tulisan lengkap 'Love Theft' dan 'Prisca Primasari' jika diletakkan bersebelahan. Ide yang sangat bagus untuk cover sebuah serial. :) 

Manis banget, kan? :"D 

Love Theft mengisahkan sebuah kisah cinta yang unik, karena Love Theft bukan hanya mengangkat tema 'cinta' tapi juga mengangkat tema 'crime'. Yang menarik dari novel ini adalah karena karakter-karakternya merupakan tokoh 'antihero' dan 'antiheroine'. Mereka adalah segerombolan pencuri. Berapa banyak sih, novel yang bercerita mengenai kehidupan antihero dan antiheroine

Kak Prisca berhasil membuatku penasaran dan tidak sabar untuk membaca buku ini karena temanya yang begitu menarik. Sehingga aku tidak menunggu giveaway-giveaway selesai diadakan, dan langsung memesan buku ini. Love Theft merupakan buku pertama dengan tokoh utama antihero dan antiheroine yang kubaca, dan aku sangat menikmatinya.