My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Marissa Meyer. Show all posts
Showing posts with label Marissa Meyer. Show all posts

Saturday, June 4, 2016

[EARLY BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles: Cress by Marissa Meyer


576 halaman
Penerbit Spring, 2016
Paperback Edition 
115.000 IDR

"Scarlet ini... kau jatuh cinta kepadanya, ya?"
"Dia Alfa-ku,"
"Seperti bintang?"
"Bintang apa?" 
"Oh. Eh. Dalam konstelasi bintang, bintang paling terang disebut alfa. Kupikir, mungkin maksudmu dia adalah... seperti... bintangmu yang paling terang." 
"Ya. Tepat seperti itu." 
-Cress & Wolf, halaman 460


"Tapi, kupikir kau benar juga. Mungkin tidak ada yang namanya takdir. Mungkin itu hanyalah kesempatan yang diberikan, dan apa yang kita lakukan dengan kesempatan itu. Aku mulai berpikir bahwa mungkin romansa yang epik dan hebat tidak terjadi begitu saja. Kita harus membuatnya sendiri." 
-Cress, halaman 564

SINOPSIS

Cinder dan Kapten Thorne masih buron. Scarlet dan Wolf bergabung dalam rombongan kecil mereka, berencana untuk menggulingkan Levana dari takhtanya. 

Merek mengharapkan bantuan dari seorang gadis bernama Cress. Gadis itu dipenjara di sebuah satelit sejak kecil, hanya ditemani oleh beberapa netscreen yang menjadikannya peretas andal. Namun kenyataannya, Cress menerima perintah dari Levana untuk melacak Cinder, dan Cress bisa menemukan mereka dengan mudah. 

Sementara itu di Bumi, Levana tidak akan membiarkan siapa pun menganggu pernikahannya, dengan Kaisar Kai. 

------------------------------------------------------------------------------------

Reaksiku ketika membaca lembar pertama Cress: 


Aku sangat sangat teramat sangat menyukai Scarlet. Scarlet benar-benar mengubah pandanganku terhadap seri The Lunar Chronicles. Dan oleh sebab itu, Cress adalah salah satu judul yang paling kutunggu-tunggu kehadirannya. Satu-satunya hal yang kupikirkan ketika mulai membaca Cress adalah bagaimana cara untuk menahan diri agar buku ini tidak selesai kubaca hanya dalam satu hari (serius). Aku membatasi diri dengan hanya membaca beberapa halaman saja setiap harinya. Aku hanya tidak ingin buku ini segera selesai kubaca. Aku sangat mencintai dunia The Lunar Chronicles dan tidak ingin berhenti terhanyut di dalamnya! 

Friday, February 12, 2016

[EARLY BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles #2: Scarlet by Marissa Meyer

444 halaman
Penerbit Spring, 2016
Indonesian Version

"Jangan berterima kasih kepadaku karena mengatakan yang sebenarnya padahal aku bisa berbaik hati dengan berbohong kepadamu." 
-Wolf, hal. 259

"Kalau aku mencoba melindungimu, itu bukan merupakan sebuah kebodohan. Tapi menjadi sebuah kebodohan kalau aku hampir percaya tindakan itu akan membuat perbedaan."
-Wolf, hal. 266

"Aku menghargai semua yang kau berikan kepadaku. Meskipun aku tidak pantas mendapatkan itu semua." 
-Wolf, hal. 431

"Aku tahu mereka akan membunuhku kalau mereka tahu, tapi... Aku kira aku sadar lebih baik aku mati karena mengkhianati mereka, daripada hidup karena aku mengkhianatimu."
-Wolf, hal. 432

SINOPSIS

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.
Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet. 
Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang? 

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana? 


------------------------------------------------------------------------------------

Scarlet adalah buku ke-2 dari seri The Lunar Chronicles. Sama seperti Cinder, Scarlet juga merupakan penceritaan ulang dari sebuah cerita klasik karya Grimm Bersaudara. Dan kali ini, dongeng yang diolah kembali oleh Marissa Meyer adalah 'Gadis Berkerudung Merah'. Ada banyak sekali hal yang membedakan 'Scarlet' dengan 'Gadis Berkerudung Merah', terutama dari segi karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya. Aku tidak dapat memikirkan kata lain yang dapat menggambarkan Scarlet dengan tepat selain kata 'badass'. :)

Selain menceritakan perjalanan Scarlet dan Wolf dalam usaha menemukan nenek Scarlet, buku ini juga menceritakan kelanjutan dari kisah Cinder yang benar-benar merupakan sambungan dari buku pertama, tanpa diputus sedikitpun. Oleh sebab itu, kisah di dalam buku ini diceritakan dari berbagai sudut pandang walau kebanyakan merupakan sudut pandang Scarlet dan Cinder.

Tuesday, December 22, 2015

[EARLY BOOK REVIEW] The Lunar Chronicles #1: Cinder by Marissa Meyer


373 halaman
Penerbit Spring, 2016
Indonesian Version

"Akan lebih mudah menyuruh orang lain untuk menganggapmu cantik kalau kau bisa meyakinkan dirimu sendiri bahwa kau memang cantik. Tapi, cermin memiliki cara yang luar biasa untuk mengatakan yang sebenarnya.”
-Dr. Erland, hal. 168

Cinder, buku pertama dari The Lunar Chronicles mengambil setting waktu pada era setelah perang dunia keempat. Di era tersebut, android dan manusia hidup saling berdampingan satu sama lain. Bumi hanya dibagi menjadi enam negara yaitu Kerajaan Inggris, Uni Afrika, Federasi Eropa, Republik Amerika, Australia, dan Persemakmuran Timur. 

Linh Cinder adalah seorang mekanik handal di daerah New Beijing, Persemakmuran Timur. Ia tinggal bersama dengan ibu tirinya, Adri, serta kedua saudara tirinya, Peony dan Pearl. Ia juga memiliki sebuah android pembantu bernama Iko yang sangat menggemaskan. Sepintas, Cinder terlihat seperti seorang gadis biasa. Tidak banyak yang tahu bahwa ia adalah cyborg, makhluk hidup dengan beberapa bagian tubuh robot. 

Setidaknya, hanya hidup sebagai seorang cyborg mekanik yang perlu Cinder khawatirkan. Hingga hari yang seharusnya berakhir bahagia karena pertemuannya dengan Pangeran Kaito, berbalik arah dan mengubah hidupnya.  

Seperti yang mungkin kalian semua telah ketahui, Cinder adalah penceritaan ulang dari cerita klasik karya Grimm bersaudara yang berjudul Cinderella. Walau ada banyak unsur-unsur utama dari cerita klasik Cinderella yang dipertahankan, banyak juga unsur-unsur baru yang ditambahkan. Seperti dunia futuristik yang tentunya berbeda jauh dengan setting cerita klasik Cinderella, wabah mematikan, dan juga perseteruan antara manusia bumi dengan manusia bulan. Unsur-unsur tambahan tersebut terkadang berhasil membuatku lupa bahwa Cinder adalah penceritaan ulang dari Cinderella. Sehingga aku dapat mengatakan bahwa Cinder bukanlah sekedar penceritaan ulang dari sebuah dongeng klasik, Cinder berbeda.

Selain memiliki konflik tambahan, Cinder juga memiliki karakter-karakter tambahan. Dan anehnya, karakter-karakter tambahan itulah yang malah membuatku jatuh cinta terhadap buku ini. Bukan karakter utama seperti Cinder atau Pangeran Kaito, melainkan tokoh pembantu seperti Iko atau Dr. Erland.