My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Mahir Pradana. Show all posts
Showing posts with label Mahir Pradana. Show all posts

Tuesday, October 20, 2015

[BOOK REVIEW] Here, After by Mahir Pradana

197 Halaman
Gagas Media, 2010
Paperback Edition 

Jadi Here, After adalah karya pertama Kak Mahir Pradana yang kubaca. Menyedihkan, bukan? Padahal aku ingat dulu sering sekali melirik Rhapsody yang dipajang di rak Best Seller Gramedia di dekat rumahku. Tetapi setelah berkali-kali mengambil, membolak-balik, membaca sinopsis, menimbang-nimbang, akhirnya tidak pernah kubeli juga. Dan setelah bertahun-tahun sesudahnya, barulah aku membaca karya Kak Mahir (Puji Tuhan :"D). 

Buku ini adalah hadiah ulangtahun dari temanku. Ia memesannya secara langsung ke Kak Mahir, dan menitipkan sebuah pesan spesial di dalamnya. :) 

Benar-benar membuatku terharu karena aku sedang menghadapi
krisis kepercayaan diri dalam menulis(?) :( 

Hidup tak lebih nyata dibandingkan mimpi.
Walau tak lebih dari sekadar ilusi.
Siapa pun diri kita atau orang yang bersama dengan kita sekarang, semuanya suatu saat hanya akan menjadi memori.
Jadi, tak peduli sebesar apa pun, cinta kita terhadap seseorang, pada akhirnya toh semua akan berakhir.
Menguap menjadi ilusi.
-Rio, hal. 55

Penggalan di atas adalah quote favoritku dari keseluruhan cerita. Mengapa yang itu? Entahlah. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya Here, After ini memiliki banyak sekali pesan-pesan, metafora, maupun quote-quote manis. Tapi yang satu ini yang paling mengena ketika kubaca. 

Harus kuakui bahwa Here, After adalah karya yang unik. Cara penulisannya sungguh berbeda dari novel-novel lain pada umumnya. Here, After adalah cerita yang dirangkai dari berbagai sudut pandang karakter-karakter di dalamnya. Sudut pandang karakter pertama, disambung dengan karakter kedua, ketiga, dan seterusnya. Dimana setiap karakter berperan sebagai karakter utama dalam satu bab miliknya, dan cerita akan disambung dengan karakter lain di bab selanjutnya. Ceritanya tidak benar-benar berhubungan antara satu bab dengan bab yang lain. Yang menghubungkan hanyalah karakter di bab kedua adalah mantan pacar karakter di bab pertama, karakter di bab ketiga adalah mantan pacar karakter di bab kedua, dan seterusnya. Unik, bukan? Dan pada akhir cerita, seluruh karakter akan saling berhubungan.