My Latest Video on Youtube!

                                                                                                        Check Out My Latest Video on Youtube!

                                                                      
Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts
Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts

Saturday, April 9, 2016

[BOOK REVIEW] Two Souls by Elvira Natali

232 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2016
58.000 IDR 
Paperback Edition

Sejak tahu dirinya adalah seorang Victer, keturunan Dewa Dionysus yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian, Arlesta menutup pintu hatinya dari dunia luar. Tetapi, keadaan berubah ketika dia bertemu Nick, pianis tampan bersifat dingin yang familier baginya. Dunianya yang tak berwarna seketika jungkir-balik dipenuhi banyak rasa.

Namun, kebahagiaan itu berhenti ketika Arlesta tahu sahabat baiknya juga menyukai Nick. Juga saat dia menemukan kenyataan kekuatannya tak dapat menyelamatkan nyawa Nick yang terancam. Akankah jiwa mereka menemukan jalan untuk bersama? Atau rahasia masa lalu justru memisahkan keduanya? 

------------------------------------------------------------------------------------

Ada beberapa alasan yang membuatku segera membeli buku ini ketika tidak sengaja melihatnya di Gramedia (dan ternyata kebetulan bukunya memang baru terbit hari itu). Pertama, aku memang sudah penasaran dengan buku ini sejak melihat sinopsisnya di goodreads. Ketika membaca sinopsis, aku langsung berpikiran bahwa buku ini bergenre fantasi. Buku Young Adult bergenre fantasi karya penulis Indonesia? Wow! Tentu penasaran bukan main rasanya. Kedua, aku penasaran dengan perkembangan Elvira Natali. Jika dulu aku tidak menyukai Janji Hati (karya debut Elvira), mungkin sekarang aku akan menyukai karyanya. Jadi, tanpa pikir panjang, aku langsung beli dan membacanya dalam waktu satu hari. Bukunya tipis sih, jadi bacanya cepat. 

Pertama kali membuka bagian dalam buku, pembaca akan langsung disambut dengan ilustrasi dedaunan yang membingkai halaman, serta sosok menyerupai peri di bagian bawah halaman. Cantik sih, walau jujur aku tidak suka ilustrasi peri-nya. Aku baru tahu kalau sosok peri di bagian bawah halaman itu ternyata Omnisciens Angelus dan Animae Angelus setelah selesai membaca buku. Karena ilustrasi tersebut dilampirkan di akhir buku dan diberi keterangan. 

Sunday, January 10, 2016

[BOOK REVIEW] The Martian by Andy Weir

528 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2015
Paperback-Indonesian Edition
IDR 99.500

SINOPSIS

Enam hari yang lalu, astronaut Mark Watney menjadi salah satu orang pertama yang menjejakkan kaki di Mars. Sekarang dia yakin akan menjadi yang pertama mati di sana.

Mark ditinggalkan di Mars oleh rekan-rekannya, yang mengira dia tewas ketika terjadi badai pasir. Sekarang dia sendirian, tak punya sarana untuk mengirim sinyal ke Bumi, dan persediaan makanannya sudah pasti akan habis lama sebelum tim penyelamat bisa datang.

Tapi Mark belum mau menyerah. Berbekal keterampilan teknis dan kreativitasnya—plus rasa humor yang terbukti menjadi sumber kekuatan terbesarnya—dia memulai misi untuk bertahan hidup, menanam kentang untuk dimakan, dan bahkan menyusun rencana edan untuk menghubungi NASA di Bumi.

Rintangan demi rintangan berhasil diatasinya, dan Mark mulai yakin dia bisa keluar dari Mars hidup-hidup—tetapi planet ini ternyata menyimpan banyak kejutan untuknya.

------------------------------------------------------------------------------------

The Martian adalah cerita mengenai sebuah perjuangan untuk bertahan hidup dan melawan keputusasaan. Mark Watney yang terdampar di Mars harus bertahan hidup tanpa kepastian akan kemungkinan untuk kembali ke Bumi. Dapatkah kalian membayangkan bagaimana rasanya? Mencoba untuk bertahan sambil menghitung hari, mengetahui dengan pasti berapa banyak sisa hari yang kalian miliki, dan tanpa kepastian akankah kalian dapat bertahan hingga hari tersebut. 

Membaca The Martian adalah sebuah petualangan yang menyenangkan. Seakan membaca buku panduan 'bagaimana cara untuk bertahan di Mars' karena setiap penjelasan di dalamnya begitu mendetail. Andy Weir pasti merupakan seorang jenius atau pekerja keras. Ia benar-benar mengerti secara detail dan menyeluruh apa yang ia tulis. Riset yang ia lakukan tidak main-main. Semua yang ia tulis dapat dipertanggungjawabkan dan brilian. 

Tuesday, November 10, 2015

[BOOK REVIEW] We Were Liars by E. Lockhart

242 halaman
Delacorte Press, 2014
eBook

SINOPSIS

A beautiful and distinguished family.
A private island.
A brilliant, damaged girl; a passionate, political boy.
A group of four friends—the Liars—whose friendship turns destructive.
A revolution. An accident. A secret.
Lies upon lies.
True love.
The truth.

We Were Liars is a modern, sophisticated suspense novel from National Book Award finalist and Printz Award honoree E. Lockhart. 

Read it.
And if anyone asks you how it ends, just LIE.

------------------------------------------------------------------------------------

Awalnya aku tertarik untuk membaca buku ini karena sedang melihat-lihat daftar pemenang Goodreads Choice Awards 2014. Buku ini merupakan pemenang 2014 Best Young Adult. Harapan pun mulai terbentuk sementara aku membaca sinopsis dari buku ini. Dan dengan satu kalimat terakhir dari sinopsisnya, ‘Read it. And if anyone asks you how it ends, just LIE.’ Ditambah dengan reaksi teman-temanku yang memuji ending dari buku ini, aku pun memutuskan untuk membacanya.

We were Liars bercerita mengenai ‘Liars’, kumpulan 4 orang remaja yang memiliki hubungan dengan keluarga Sinclair. Liars terdiri dari Cadence, Mirren, dan Johnny yang merupakan cucu dari kakek Harris Sinclair. Serta Gat yang merupakan ‘orang asing’ di Pulau Beechwood, pulau pribadi milik keluarga Sinclair. Liars selalu menghabiskan musim panas mereka di Pulau Beechwood. Semua berjalan dengan normal sebelum sebuah 'kecelakaan' menimpa Cadence Sinclair...

Aku sempat kaget dan sedikit bingung karena banyaknya karakter yang bermunculan di bagian awal cerita. Bab kedua mengenalkan kita pada Cadence Sinclair, tokoh utama dari cerita ini serta pemilik sudut pandang yang dipergunakan dalam cerita. Disusul dengan bab ketiga yang mengenalkan kita dengan Penny, Carrie, dan Bess bersaudara. Lalu kepalaku mulai sakit dan kesulitan untuk mencerna ketika bab empat menampilkan Johnny, Mirren, dan Gat. Aku tidak mampu memahami siapa Johnny, siapa Mirren, dan siapa Gat. Belum lagi ditambah dengan Ed dan Granny Tipper. Aku benar-benar tidak mengerti hubungan antar setiap karakter.

Monday, September 7, 2015

[BOOK REVIEW] Tiga by Alicia Lidwina


320 Halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2015
Paperback Edition

"Ketika kau jatuh cinta, kau akan menyadari hal-hal yang biasanya tidak akan kau sadari. Kau akan tahu persis jarak antara kau dan orang itu. Kau akan menyadari pakaian yang dikenakannya, keberadaannya, dengan lebih cepat. Kau juga bisa menyadari banyak sekali hal-hal tidak penting… seperti sepatu yang dia pakai..atau jumlah orang yang sudah dia tolak.. atau .. kebaikan-kebaikannya kepadamu.. dan kepada orang lain selain dirimu sendiri.."
-Nakamura Chidori, hal. 147

SINOPSIS

"Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan." 
Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah Hashimoto bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaan kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka? 
Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

------------------------------------------------------------------------------------

Tiga adalah sebuah cerita mengenai persahabatan, cinta, dan juga impian yang berlatar tempat di Jepang. Kisah ini berpusat pada kehidupan tiga orang tokoh utamanya yang bernama Nakamura Chidori, Hashimoto Chihiro, dan Sakamoto Takahiro. Di dalam buku ini, kita diajak untuk melihat satu persatu kenangan Nakamura akan Hashimoto dan Takahiro menggunakan alur campuran (maju-mundur).
Awalnya, sebenarnya aku merasa sampulnya kurang menarik. Dan sepanjang aku membaca buku ini, aku terus bertanya-tanya pada diriku sendiri. 'Mengapa angka tiga di bagian depan sampul dibentuk oleh sekawanan burung?' Namun, setelah selesai membaca, aku shock. Aku sangat menyukai alasan dibalik desain sampul tersebut dan mengubah pendapatku sebelumnya. Aku sangat suka melihat sampul yang berhubungan dengan isi cerita. Terutama jika 'sangat berhubungan' seperti Tiga ini.

Saturday, September 5, 2015

[BOOK REVIEW] For One More Day by Mitch Albom


248 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2008
Paperback Edition - Indonesian Version


Ibu memandangku sekilas. "Ingat Charley. Terkadang, anak-anak ingin kau terluka sebagaimana dia terluka."
Terluka sebagaimana dia terluka? Apakah itu yang pernah kulakukan? Apakah aku ingin melihat di wajah ibuku penolakan yang kuterima dari ayahku? Apakah anakku melakukan hal yang sama terhadapku?
"Aku tidak punya maksud apa-apa dengan berbuat begitu, Bu," bisikku.
"Dengan berbuat apa?"
"Merasa malu. Karena Ibu, atau pakaianmu atau... keadaan-mu."
Ibu membersihkan sampo dari tangannya, lalu mengarahkan kucuran air ke kepala Rose.
"Anak yang merasa malu karena ibunya," katanya, "hanya anak yang belum terlalu lama menjalani hidup."
(hal. 111)

SINOPSIS 

Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi "anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya." Maka dia memilih ayahnya, memujanya. Namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya seorang diri, Meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh.

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal, dan justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya yang telah meninggal delapan tahun silam, masih tinggal di sana dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa...

------------------------------------------------------------------------------------

Cuplikan adegan yang kusisipkan sebelum sinopsis adalah adegan favoritku dari keseluruhan cerita. Awalnya aku membaca cerita ini dengan perasaan datar, tanpa ekspektasi, dan juga tanpa kekaguman. Biasa saja. Tapi setelah peristiwa demi peristiwa masa kecil Charley terungkap, aku mulai dapat terhubung dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Terutama Charley dan ibunya, tentunya. Dan ketika sampai di pertengahan cerita, aku tanpa sadar telah terbawa oleh arus cerita tersebut. Aku benar-benar mampu merasakan perasaan karakter di dalamnya. Dan, halaman 111 adalah puncak dimana aku benar-benar mengalami yang dinamakan 'sesak napas' ketika membacanya. Seluruh emosi dari kejadian-kejadian di masa kecil Charley sebelum halaman itu menumpuk dan akhirnya meledak ketika aku membaca halaman tersebut.